Our Feeds

Tampilkan postingan dengan label Parasit Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parasit Aqidah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2015

Dedi E Kusmayadi Soerialaga

Ketuhanan Asli Bangsa-bangsa itu

 
Penguasa sekalian alam itu dinamakan “Tu” yang bersifat esa, tidak berawal dan tidak berakhir. Mahabesarlah jika dibandingkan dengan alam terbesar dan mahakecillah jika dibandingkan dengan alam terkecil. Tetapi dzat “Tu” itu memenuhi sekalian alam, bila alam itu binasa, maka dzat “Tu” itu kembali pada semula.
  1. Tu Menurut Ajaran Cina : Lao Tse
  2. Tu Menurut Kung Fu Tse
  3. Tu Menurut ajaran Mon dan Khmer,  Melayu Purba, Kaharingan
  4. Tu Menurut Dalam ajaran pendeta-pendeta Polinesia
  5. Tu Menurut Dalam ajaran Tahiti
  6. Tu Menurut Dalam ajaran Saminola
  7. Tu Menurut Dalam ajaran Guatemala
  8. Tu Menurut Menurut ajaran asli Jepang, Huna, Beun di Tibet dan Korea
  9. Kesimpulan
Tuh Menurut Ajaran Cina: Lao Tse

Lao Tse (604 SM) berarti guru tua, nama aslinya Piyan atau Pi Yang, filsafat Tao-nya terdapat dalam buku Tao Te King:



Dalam segala benda ada Tao, jika suatu kejadian berakhir, Tao tetap kekal abadi”.
Ada dengan tiada tetap bertautan, tak pernah bercerai, sebermula terjadilah langit lalu bumi. Keduanya diam, keduanya sunyi. Tao ada bersendiri dan tak pernah berubah. Berputar dalam bulatan dan tak pernah tidak tetap. Pandanglah Tao itu sebagai ibu dunia. Siapakan namanya? Entahlah, ia hanya kusebut Tao.”

Orang memandangnya, namun tak melihatnya, namanya Ie (sama), orang mendengarkannya namun tak menyimaknya (mendengarnya), namanya Hie (halus).
Orang mencapainya namun tak terpegangnya, namanya Wie (gaib).
Tao atau Tee atau Thian bersifat: Ie, Hie, dan Wie.
==================
Sumber: Parasit Aqidah, Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur (Serta pengaruhnya terhadap umat Islam di Indonesia), A.D. El Marzdedeq, Dim. Av.

Selasa, 06 Januari 2015

Dedi E Kusmayadi Soerialaga

Asimilasi, Akulturasi dan Sinkritisme

 
Ada yang sengaja dicampur baurkan, ada yang bercampur karena desakan, ada yang bercampur karena pergaulan, ada yang bercampur karena hidup berdampingan.

Di Cina tumbuh agama Sam Kaw, menyatukan ajaran Kong Hu Cu, Lao Cu (Lao Tse), dan Buddha. Di Jawa tumbuh ajaran Kejawen, campuran Hindu, Sufi, Buddha, Yang, Animisme dengan gaya sendiri.
Penganut salah satu aliran kejawen tengah beribadah di Candi
Di Persia lahir aliran Zandakar yang mengembangkan kembali ajaran Zenda dengan menyatukan ajaran Majusi dan Islam, di antara perpecahannya dinamakan Qoromithoh (Qarmatians).

Logo Singa Syiah Ismailiyyah, karena Qoromithoh merupakan Syiah Ismailiyah

Di dalam Islam menyatukan ajaran haq dan batil itu terlarang keras.

Firman Alloh subhanahu wa ta’ala: Dan janganlah kamu asimilasikan haq dan batil , dan kamu sembunyikan yang haq, padahal kamu mengetahuinya.” (QS. Al Baqoroh: 42)

Sabda Rosululloh shalallohu ‘alayhi wassalam: “Segala bid’ah (tambahan-tambahan yang dibuat dalam agama) itu sesat dan semua yang sesat itu di neraka.” (HSR. Muslim)

Bersabda Rosululloh shalallohu ‘alayhi wassalam:Barangsiapa meniru (tasyabuh) cara suatu kaum, iapun termasuk kaum itu” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Bersabda Rosululloh shalallohu ‘alayhi wassalam:Alloh menghijab taubat daripada tiap-tiap ahli  bid’ah sehingga ia tinggalkan bid’ahnya.” (HR. Thobroni)

Bersabda Rosululloh shalallohu ‘alayhi wassalam:“Tiadaklah mengada-adakan suatu kaum akan suatu bid’ah, maka diangkatlah semisalnya itu daripada Sunnah (dicabut), maka berpegang dengan sunnah itu jauh lebih baik daripada mengadakan bid’ah.” (HR. Ahmad)

Dari Ibn Abbas radhiallohu ‘anhuma, sungguhnya Nabi shalallohu ‘alayhi wassalam telah bersabda,
“Sesungguhnya manusia yang lebih membangkitkan kemurkaan Alloh itu ada tiga perkara,’Bersengaja dalam haram, mengharap berlaku “Sunnah Jahiliyyah” dalam Islam, dan seorang tukan pencari darah sesorang dengan tiada sebenarmya untuk mengeluarkan darahnya itu (membunuh tanpa haq).” (HR. Bukhori)

Maka segala bid’ah yang berupa bid’ah dalam i’tiqod (keyakinan) dan perbuatan itu:
  1. Merupakan sisa dari agama Thobi’i
  2. Merupakan Bid’ah (benalu, parasit) agama Samawi yang terdahulu
  3. Ciptaan baru, karena dianggap baik atau sengaja dimasukkan melalui hadits-hadits palsu, dsb.
Dalam istilah, segala sisa-sisa yang berasal dari ajaran dari agama Thabi’i dan sisa-sisa bid’ah agama samawi yang terdahulu dinamakan “Sunnah Jahiliyyah

Sumber: Parasit Aqidah, Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur (Serta pengaruhnya terhadap umat Islam di Indonesia), A.D. El Marzdedeq, Dim. Av.
Dedi E Kusmayadi Soerialaga

Agama Primitif: Animisme, Dinamisme dan Totemisme

 
Agama Primitif: Animisme 

Mereka Percaya pada roh itu bukan hanya menempati makhluk hidup tetapi benda-benda matipun bernyawa juga, sehingga nyawa itu terdapat dalam: batu-batuan, pohon-pohon besar, tombak, kepala manusia yang dimumi, korwar, bukit-bukit, dan sebagainya.

Ada roh alam dan ada roh dari lepasan seorang pahlawan, dukun atau kepala suku yang gagah berani.

Karena adanya kepercayaan pada roh dan hantu-hantu itu, timbulah pemujaan pada tempat dan benda yang dianggap dihuni roh atau hantu itu, ada yang dipuja agar membalas kebaikan dan adapula yang dipuja berupa bujukan, agar roh atau hantu itu tidak mengganggu.

Agar terhindar dari kemarahan hantu dan roh-roh itu, timbulah pelbagai macam pantang-tabu. Segala upaya ritus itu dipimpin oleh seorang pendeta suku atau dukun, pendeta suku atau dukun dianggap sakti karena mereka dianggap dapat langsung berhubungan dengan roh nenek moyang.

Adakalanya mereka membujuk roh-roh alam dengan mengadakan pengurbanan hewan atau manusia yang dikubur-kubur hidup-hidup atau diambil kepalanya dalam pengayauan atau dilemparkan ke dalam pundan gunung, manakala sebuah gunung itu meletus. Mereka beranggapan bahwa jika ada bencana alam berarti roh-roh alam sedang marah.


Agama Primitif: Dinamisme
Sisa-sisa dinamisme masa kini
Pada dasarnya, pemujaannya hampir sama dengan animisme. Hanya menurut dinamisme, setiap benda itu mempunyai kekuatan gaib, karena sifatnya yang luar biasa, ada kekuatan besar dan ada kekuatan kecil, kekuatan gaib besar dan istimewa, ada pada:
  • Orang cebol karena kecebolannya
  • Orang tua karena ketuaannya
  • Dukun karena kesaktiannya
  • Kerbau belai karena kebulaiannya
  • Buaya putih kaena langkanya
  • Pohon kerdil dan bengkok karena anehnya, dsb
Gigi, rambut, kuku dianggap berkekuatan gaib, sehingga senjata dihiasi rambut, gigi dan kuku musuh. Nafas dan ludah dukun dianggap berkekuatan gaib. Tatu dan cecah dianggap berkekuatan sebagai penangkal. Benda-benda aneh dianggap berkekuatan besar dan dijadikan benda sihir.

Sisa-Sisa Dinamisme Masa Kini
Azimat dianggap berkekuatan gaib sehingga disimpan di atas kendaraan atau ditaruh di atas pintu untuk menghindarkan diri dari gangguan penyakit, bergelang azimat, atau bersabuk azimat, dsb. Orang Yunani percaya pada kekuatan gambar besi tapak kuda, Boneka kecil digantung di kaca “spion dalam” mobil, semula untuk menghindarkan diri dari gangguan hantu jalan.

Konon orang Portugis dan Spanyol biasa mengambari layar kapalnya itu dengan salib besar, agar selamat dari gangguan hantu laut, dsb. Kini sebagian umat Nashroni masih percaya pada kekuatan gaib pada salib, sebagian kaum sufi masih percaya pada kekuatan gaib tulisan Arab pada kulit untuk dijadikan sabuk. Sebagian orang-orang besar masih percaya pada kekuatan gaib batu mirah delima (ruby) atau batu intan Koh-i-nur, dsb.



Agama Primitif: Totemisme

Totemisme sesungguhnya masih bagian dari animisme dan dinamisme. Sebagian penganut animisme dan dinamisme percaya akan benda atau hewan yang melahirkan nenek moyang mereka.

Contoh:
Orang Eskimo biasa makan daging beruang, tetapi mereka pun beranggapan bahwa nenek moyangnya pun berasal dari seekor beruang. Jika seseorang itu sudah tua renta, ia harus menyediakan dirinya menjadi mangsa beruang itu. Ia diantarkan sanak keluarganya itu ke padang salju untuk menanti beruang datang memangsanya.

Ada yang beranggapan bahwa manusia itu keturunan atau penjelmaan ikan lumba-lumba, harimau, buaya, dsb. Sebagian suku Indian beranggapan bahwa manusia itu berasal dari bulu burung elang, sehingga bulu burung elang dianggap berkekuatan gaib. Adapula sebagian mereka beranggapan bahwa manusia berasal dari tongkat di waktu malam. Ada pula sebagian suku primitif beranggapan bahwa nenek moyangnya itu berasal dari akar-akaran, pohon sagu, kepiting, kelapa, dsb.

Totemisme perseorangan dinamakan Nagualisme (nagual atau nahual dalam kepercayaan suku Indian ialah hewan yang erat bertautan dengan seseorang).

Jika roh seseorang itu berpindah pada hewan tertentu dinamakan Lycanthropi. Pada suku bangsa primitif terdapat patung-patung nenek moyang, adakalanya digambarkan berupa binatang totem.


Sumber: Buku Parasit Aqidah, Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur (Serta pengaruhnya terhadap umat Islam di Indonesia), A.D. El Marzdedeq, Dim. Av.

Selasa, 30 Desember 2014

Dedi E Kusmayadi Soerialaga

Agama Thabi’i, Kultur, Budaya

 
Agama ini merupakan hasil budaya manusia. Sesungguhnya manusia itu dilahirkan dengan fitroh beragama, ia ingin beribadat, tetapi karena pelbagai jalan penyimpangan, tumbuhlah suatu kepercayaan yang melahirkan suatu peribadatan tersendiri dan adakalanya karena dilahirkan oleh orang berpengaruh, ajarannya itu berkembang lalu dibukukan menjadi sebuah kitab pegangan. Biasanya kitab itu berupa kumpulan mitos, nasihat, sifat-sifat ketuhanan dan sebagainya.

Kitab itu biasanya ditulis kemudian setelah Sang Guru meninggal dan si penulis tidak mencantumkan namanya, maka ada juga sebagian kitab-kitab agama Thabi’i itu, ditulis sendiri oleh Sang Guru.

Contoh-contoh Kitab-kitab agama thabi’i :

Veda, Tripitaka, Zendaavesta, dsb.
Ada kemungkinan pula agama kultur berkitab itu semula tumbuh dri agama Wahyu (Samawi), lalu karena bid’ah-bid’ah (parasit, benalu) yang kian banyak, menyebabkan agama itu berubahlah, kian lama kian jauh juga.

Ahli Sejarah Perkembangan Agama membagi agama kultur itu menjadi tiga tingkatan

A. Agama Primitif
Manusia Neanderthal pun yang diperkirakan hidup diantara 50.000 – 30.000 SM setelah mengenal upacara penguburan, ritus-ritus lainnya dan menunjukkan adanya kepercayaan tentang akhirat.

Manusia purba ini yang bermukim di Shanindar Kurdistan telah mengenal cara menaburkan bunga di kuburan lalu sebangsanya yang mendiami Libanon telah mengenal sihir untuk berburu.


Agama primitif lahir karena dorongan fitroh manusia sendiri, tetapi karena otaknya itu belum mampu untuk memecahkan persoalan aneh yang merangsang alam fikirannya itu, timbulah perwujudan angan-angannya itu, berupa mitos yang melahirkan pula ritus-ritus tertentu.
Macam-macam Agama Primitif:
1. Animisme
2. Dinamisme
3. Totemisme

B. Agama Madya (pertengahan)
Agama ini kebanyakan bersifat Pantheisme, Politheisme, atau Monotheisme yang tidak murni. Agama Madya ada kemungkinan berasal dari perkembangan Agama Primitif atau kemungkinan pula sebagian berasal dari Agama Wahyu yang telah jauh menyimpang. Pada umumnya, Agama Madya sudah mempunyai kitab pegangan dan ritus-ritus yang teratur.

C. Agama Filsafat
Agama ini lahir dari filsafat seseorang yang diagamakan, seperti ajaran Fitagoras yang akhirnya menjelma menjadi semacam agama yang memegang teguh Theosophie (Teosofi). Seorang filosof melukiskan tentang kekuasaan Tuhan Maha Pengatur, seorang murid filosof itu mencoba beribadat kepada Maha Pengatur itu dengan kebijaksanaan sendiri.
Sebagian ajaran filsafat itu menjurus pada mistik tetapi membawakan dalih-dalih yang menyerupai ilmiah.

Ada pula agama atau kepercayaan yang menamakan diri “Penganut Agama Damai” untuk mengambil sari pati setiap agama. Ada agama buatan yang sengaja dibentuk untuk kepentingan suatu golongan. Ada aliran Sikh yang bersari pati ajaran Hindu dan Sufi, ada agama Baha’i yang didirikan oleh Abdul Baha di bawah bayang-bayang Masuniyah Yahudi (Freemasonry), untuk mempersatukan seluruh agama.
Ada Ahmadiyah yang didirikan Mirza Ghulam Ahmad, membuat Islam tandingan, mengaku: menerima wahyu, penjelmaan Khrisna, ‘Isa, Mahdi dan Nabi akhir zaman. Dibuatnya buku-buku seperti Anjam Atham, Hakikatil Wahyu, dsb yang berupa wahyu buatan, diduga erat kaitannya dengan Masuniyah Yahudi (Freemasonry).
======================================
Sumber: Parasit Aqidah, Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur (Serta pengaruhnya terhadap umat Islam di Indonesia), A.D. El Marzdedeq, Dim. Av.

Dedi E Kusmayadi Soerialaga

Agama Wahyu (Samawi)

 

Ialah Dien (agama) yang diturunkan Allah SWT, disampaikan dengan wahyu kepada Rosul-Nya melalui Jibril (Gabriel), untuk kesejahteraan manusia di dunia dan akhirat.

Agama ini ada yang tidak berlaku lagi dan sejak semula bersifat lokal, seperti agama yng diturunkan Bani Isroil. Pada umumnya agama wahyu ini sudah rusak, karena ditumbuhi benalu (parasit, bid’ah) sehingga hilanglah pokok dan sebagian besar yang tertinggal hanyalah benalunya itu.

Contoh:
Agama Islam yang dibawa Nabi Musa ‘alayhissalam  (Moses) dengan Tauratnya (Taurah, Taura, Teuret)
Agama Islam yang dibawa Nabi ‘Isa ‘alayhissalam (Jesus) dengan Injilnya
Adapun Islam yang dibawa Nabi Muhammad shalallohu ‘alayhi wassalam adalah agama untuk sepanjang zaman, berlaku untuk sekalian bangsa, berpokok pangkal pada kitab al Qur’an dan As Sunnah RosulNya.

Dia adalah Rosul terakhir dan tiadalah Nabi-Rosul sesudah itu.
Firman Allah:
Sesungguhnya agama yang diakui Alloh untuk kamu peluk hanyalah Islam.” (QS. Ali Imron: 19)
Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam dengan kaffah (menyeluruh) dan janganlah engkau menuruti langkah-langkah syaithon, sesungguhnya syaithon itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqoroh: 208)

Dalam hadits shohih tercantum sabda Nabi shalallohu ‘alayhi wassalam bersabda:
Setiap Nabi dikirimkan khusus untuk bangsanya, tetapi aku dikirimkan baik kepada bangsa berkulit merah ataupun hitam.(Muqaddimah Fiqhussunnah I)

Firman Alloh subahanahu wa ta’ala : “Tiadalah AKU mengutus engkau hai Muhammad, melainkan untuk rahmat sekalian alam.” (QS. Al Anbiya’ :107)

Dari Abi Huroiroh radhiallohu ‘anhu, bersabda Nabi shalallohu ‘alayhi wassalam:
Tiap-tiap orang yang telah mendengar kenabianku baik Nashroni atau Yahudi, kemudian mati tidak masuk Islam, niscaya ahli neraka.” (HR. Muslim)
===========================
Sumber: Parasit Aqidah, Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur (Serta pengaruhnya terhadap umat Islam di Indonesia), A.D. El Marzdedeq, Dim. Av.
Dedi E Kusmayadi Soerialaga

Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur

 

Parasit Aqidah

Selintas Perkembangan & Sisa-sisa Agama Kultur 

Mukadimah
A. Agama Wahyu (Samawi)
B. Agama Thabi’i(Kultur, Budaya) :
  1. Agama Primitif : Animisme, Dinamisme, Totemisme
  2. Agama Madya (pertengahan)
  3. Agama Filsafat
C. Asimilasi, Akulturasi dan Sinkritisme
Kepercayaan pada Tuh dan Yang
A. Ketuhanan Asli Bangsa-bangsa itu
  1. Menurut Ajaran Cina : Lao Tse
  2. Menurut Kung Fu Tse
  3. Menurut ajaran Mon dan Khmer,  Melayu purbaKaharingan
  4. Dalam ajaran pendeta-pendeta Polinesia
  5. Dalam ajaran Tahiti
  6. Dalam ajaran Saminola
  7. Dalam ajaran Guatemala
  8. Menurut ajaran asli Jepang, Huna, Beun di Tibet dan Korea
  9. Kesimpulan
B. Dewa-dewa
  1. Dongeng-dongeng
  2. Dalam Kitab Ung Fan
  3. Jepang
  4. Cina
  5. Aztex
  6. Toraja
  7. Kaharingan
  8. Sunda
C. Kepercayaan dewa-dewi yang rendah di bawah Yang-Yin
  1. Di langit Pertama: Dewa Petir, Yang membawa Firasat, Yang membawa Tabu
  2. Di langit kedua
  3. Di langit ketiga
  4. Di langit kelima
  5. Du langit keenam
  6. Di langit ketujuh
D. Dewa-dewi Bumi : Dewi Padi
  1. Dongeng Lo Yien
  2. Di Kalimantan
  3. Dongeng Pahang
  4. Dongeng Mon dan Khmer lama
  5. Dongeng Sintho
E. Pemujaan beras – Pemujaan padi pada masa Hindu dan Buddha di Asia Tenggara
  1. Di Jawa
  2. Di Sumatera & Sulawesi, Nusa Tenggara dan Siam, Laos Kamboja serta Birma
F. Kepercayaan pada Poyang-Moyang – Dunia hiyang jahat
  1. Induk Kunyang, Pelesit, matimang
  2. Cara pengurusiran makhluk halus jahat menurut kepercayaan Cina dan sekitarnya
G. Upacara pemujaan dan sajian
  1. Kelenteng
  2. Patung-patung kelenteng
  3. Sembahyang pendirian rumah baru
  4. Sembahyang menjelang gadis
  5. Sembahyang perkawinan
  6. Sembahyang hamil tiga dan tujuh bulan
  7. Sembahyang bersalin
  8. Hukuman pezina dan kawin semarga
  9. Upacara kematian: Sehari – Tiga Hari – Tujuh hari – Sembilan hari – Lima belas hari – Empatpuluh hari – Seratus hari – Setahun – Tiga tahun
  10. Han Sit Ciat dan Cing Bing
  11. Cio Ko - Sembahyang rebutan
  12. Pada masa Hindu dan Buddha
  13. Pada masa Islam
H. Etika dalam agama Yang
I. Wayang
J. Wayang pada masa Hindu dan Buddha di Asia Tenggara
K. Sihir dan Jampi – Pembaharuan dan penulisan kitab agama Yang
L. Nama-nama bulan Cina
M. Pembauran dan Sinkritisme
N. Sisa-sisa agama Yang
O. Pandangan Islam
Agama-agama Kultur Aria India
A. Agama-agama pra Aria :
B. Agama Weda:
  1. Ketuhanan Weda
  2. Dongeng-dongeng dewa dan penciptaan alam
  3. Kebaktian: Alat-alat Bhakti, Samadi, Saji, Upawasa, Tapa Bharata, Yoga
  4. Dosa Warisan
  5. Gohyana dan kematian
  6. Sisa-sisa agama Weda : Menabur bunga di kuburan, aksamala, upawasa, bedug
C. Agama Brahman
  1. Kasta (Caturwarna) Brahmana, Ksatriya, Wasiya dan Sudra
  2. Bhakti: saji, Ghryasutra
  3. Syrautasutra, purushamedha, Rajasuya, pesta syakti
  4. Catursyrama : Brahmasyarin, Grahasta, Wanaprashta dan Pariwrajaka
  5. Swarga dan Naraka
  6. Penghapusan Dosa
  7. Alat pemanggil kebakhtian: Dhak (bedug); Genta, canang, lonceng
  8. Kehinaan wanita datang bulan (haid)
  9. Perkawinan & Salam pada tamu dan dewa (kamasutra)
  10. Buku ramalan
D. Agama Upanisad
  1. Hukum Karma
  2. Kitab Upanisad
  3. Guru dan Murid
  4. Sifat Brahman dan kepercayaan pada dewa-dewa
  5. Saddarasyana (Agama Upanisad pecah dalam enam aliran): Samkhiya – Yoga Patanjal – Wedanta, Memansa dan Niaya – Fisyika dan Sankra
  6. Sisa-sisa
E. Agama Jaina
  1. Dongeng Parsywa
  2. Wrata (janji)
  3. Dongeng Wardhamana
  4. Ajaran Jaina: Wrata dan Triratna
  5. Kitab-kitab Jaina
  6. Aliran Swetambara dan aliran Digambara
F. Agama Buddha
  1. Dongeng Buddha
  2. Ajaran Buddha
  3. Buddha: Tempat suci, hari suci, kitab, Dharma, Bhakti, Catursila, Sanggha, Pancasila, Dasasila, Lambang, Wihara, Stupa, Dhaturgaba (dagoba, pagoda), Caitya, kekayaan, Dewa-dewa, penjelmaan Buddha
  4. Perkembangan Buddha
  5. Mahayana (Buddhamahayana): : Buddha yang lampau menempati utara, tengah, timur, Buddha yang tengah berlangsung menempati arah barat, Buddha yang akan datang menempati arah selatan
  6. Hinayana
  7. Perpercahan Buddhamahayana
  8. Pesta-pesta Buddha campuran
  9. Sisa-sisa Jaina dan Buddha
  10. Bulan Buddha
F Agama Brahman Baru – Hindu Trimurti
  1. Faham Trimurti, Agama Syaiwa, Agama Wasynawa
  2. Brahma
  3. Syiwa: Kala, Mahakama, Pasupati, Bhairawa, Mahayogi, Mahaguru, Nataraja, Mahayuddha, Andharakapala
  4. Aliran Syakta : Tantra, Tantrayana, Agama, Agamayana, Pancama, Mamsa, Matsya
  5. Wishnu (Wisynu)
  6. Binatang suci dalam ajaran Trimurti
  7. Tempat dan patung dewa-dewa
  8. Bhakti dan Samadi: Mandi kumha, Kebaktian, Alat kebaktian, pengurbanan, candi
  9. Kitab-kitab: Veda (Weda) yang empat, Kitab Purana, Mahabharata & Ramayana
  • Isi kitab Purana
  • Dasa Wisynuavatara: Matsya avatara, Kurma avatara, Varaha avatara, Narasihma-avatara, Wamana avatara, Parasyurama avatara, Rama avatara, Krisyna avatara, Buddha avatara, Kalki avatara (Kalanka avatara)
  • Dalam ajaran Wasynawa
g. Agama-agama Hindu Baru h. Agama Sikh, Brahmasandzi, dan Krisynai. Hindu Bali
  1. Dewa-dewa
  2. Upacara kebaktian
  3. Wuku
  4. Kasta
  5. Pura
  6. Sisa-sisa Hindu
Agama-agama Aria Persia
  1. Agama Aria purba
  2. Masa pemujaan Mithra dan Anahita pertama (3000 SM)
  3. Agama Stauda
  4. Agama Mithra (Mithras, Majusi): Kawin, Memadukan ibu jari, Api pujaan
  5. Agama Zarathustra: Kitab, Ketuhanan, Keadaan manusia, Manusia pertama, Dunia & akhirat, Kebhaktian, Kematian, Hari raya, 25 Desember (Aspandurmah)mahrajana, ulang tahun, Skaptara (Cendrisya)
  6. Sisa-sisa agama Aria purba
  7. Sisa-sisa agama Mithras
  8. Sisa-sisa agama Zarathustra
  9. Agama Persia Baru
  10. Agama Manu
  11. Agama Mazda
  12. Kehancuran-kebangkitan kembali agama-agama Persia
  13. Zandakar
  14. Sisa-sisa agama Manu, Mazda
Agama-agama Kultur Samiyah
  1. Agama dari Akadia  – Sumeria (4000 SM)
  2. Sisa-sisa Agama AkadiaBuroq berwajah wanita, Nisfu Sya’ban, Rajabiyyah, dsb
  3. Agama Khaldan: Dongeng dewa-dewa, Dongeng banjir besar, Otanobisytim, Dongeng Isythor dan Tamudz, Dongeng Jiljamish, Dongeng Harut dan Marut, Ajaran akhlak, Undang-undang kenegaraan, kebaktian, adat kematian 
  4. Sisa-sisa Agama Khaldan
  5. Agama Assiria (1500 SM) dan sisa-sisanya
  6. Agama Punisia  dan sisa-sisanya
  7. Agama Kultur bangsa Kan’an (3000 SM) : Dongeng dewa-dewa dan kejadian alam (Beil/Ba’al, Bumi di atas sapi tsaur dan ikan Nun)
  8. Sisa-sisa Agama Kultur bangsa Kan’an
  9. Agama Shabiyah: Ruh-ruh bintang yang terkenal, Dongeng Audl bin Unukh, Dongeng gerhana (dewa matahari dan dewi bulan kawin)
  10. Sisa-sisa agama Shabiyah
  11. Agama-agama dari sekitar Makkah dan Madinah (100 SM – 600 M): Dewa-dewa yang terkenal, Upacara peribadatan (Patung sayirah, thowaf, upacara harianbersalin, perkawinan, upacara minta hujan, kematian, khurofat & tahayul, Upacara Maisir)
  12. Agama Arab Baru Amr bin Luhay: Bahirah, Wasilah, ham, saibah
  13. Sisa-sisa dan pandangan Islam: jampi/mantera/penangkal, penghancuran berhala, Astrologi, Pemujaan kuburan (sembelihan di kubur, ratapan, menyalakan lampu di kubur, membawa bendera ketika mengiringkan mayat), Maisir (berjudi), Memikul dosa orang lain
Agama-agama Hamiyah
A. Agama kultur Mesir Purba (4000 SM)
  1. Dongeng
  2. Akhlak
  3. Sihir
B. Agama kultur Mesir pada masa kedua (3500 SM)
C. Agama kultur Mesir pada masa ketiga (3000 SM)
  1. Kurban Nil
  2. Madah pujaan
D. Agama kultur Mesir pada masa keempat E. Agama kultur Mesir pada masa kelima
  1. Keadaan Ruh di pengadilan akhirat
  2. Upacara kematian
  3. Kitab agama
  4. Kaum Harra
F. Agama kultur Mesir pada masa keenam
G. Agama kultur Mesir pada masa ketujuh (1350 SM)
  1. Madah pujaan
  2. Ruh di pengadilan akhirat
  3. Kitab Tut
  4. Kitab Undang-undang
  5. Peribadatan Mesir
  6. Pesta keagamaan
  7. Upacara perkawinan
  8. Pesta keagamaan
  9. Pertunjukan sihir
  10. Sisa-sisa
Agama-agama Asia Kecil dan Eropa
A. Agama kultur dari Phrygia dan sekitarnya
  1. Agama bangsa Phrygia: Trinitas
  2. Dongeng Adonis
  3. Madah pujaan
  4. Dongeng Aponis dan Tarsus
  5. Sisa-sisa: penebusan dosa, dsb
B. Agama Yunani dan Romawi
  1. Eros (Yunani) dan Chaos (Romawi)
  2. Gaia (Titea), Tellus dan Vesta: Uranos
  3. Kronos (Saturnus – Rumawi): Pemujaan, Zeus Pater (Jupiter), Hera (Juno)
  4. Ceres (Demeter) dan Proserpina (Persephone)
  5. Poseidon (Neptunus)
  6. Hades (Pluto)
  7. Apollo
  8. Diana (Artemis)
  9. Vesta (Hestia)
  10. Aprodite (Venus)
  11. Hephaistis (Vulcanus)
  12. Minerva (Pallas Athena)
  13. Mares (Ares)
  14. Bacchus (Dyonisus)
  15. Mercurius (Hermes)
  16. Latona (Lato)
  17. Themis
  18. Cupido (Cupid, Kupido, Amor)
  19. Iris, Garaitae, Musae
  20. Dewi-dewi Gratiae (Charites)
  21. Dewi-dewi Musae
  22. Dewi-dewi Moirae (Parcae)
  23. Hebe 
  24. Astreus dan Haribae
  25. Hyperion
  26. Helios
  27. Luna (Selene)
  28. Aurora (Eos)
  29. Eosphoros (Posphoros, Lucifer)
  30. Hesperos (Vesper), Orion, Urea (Arkte)
  31. Pleides, Maia, Galaxias (Galaxia)
  32. Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricornus, Aquarius, Pisces
  33. Dalam Khurafat ahli nujum
  34. Dalam Hindu
  35. Aelos, Zhyrus, Oceanus
  36. Neureus, Triton, Proteus, Thaumas
  37. Circe, Scylla, Sirenes (Sirene)
  38. Pontos (Pontus), Naiades
  39. Achelos, Faunus, Atlas
  40. Dryad, Hamadyad, Priapus, Daphnis, Aristaeus
  41. Pan, Silenus, Vertumnus, Flora (Romawi, Chloris)
  42. Pales, Terminus, Janus, Indigetes
  43. Kabir dewa dari Samothracia, Corybantes, Penates, Lares, Genius, Fortuna,
  44. Aesculapus (Asklepios), Hygeia
  45. Hymen (Hymenalos), Morpheus
  46. Styx, Charon, Carberus, Rhadamanthus
  47. Erinyes dan Furae (Eumenides), Discordia
  48. Nemesis (Adrasteia), Thanatos
  49. Hero, Pandora, Mamoun
  50. Kepala sekalian dewa
  51. Pembagian zaman: Zaman emas, perak, perunggu, besi
  52. Kebaktian pada dewa-dewa, Rosario
  53. Kurban dan Orakel
  54. Pythia (Pytho), Sibylla, Auspicia
  55. Ritus khas Romawi: Upacara kerajaan, Ulang tahun, Upacara keluarga (Upacara bersalin, Ritus ulang tahun, Ritus tukar cincin, Ritus perkawinan, Pada awal perkawinan seorang ksatria, pesta pembaharuan kawin: Kawin perunggu, tembaga, perak, emas, dan berlian), Ritus peresmian bangunan adat, Pesta pertemuan resmi, memadukan gelas, Penyambutan tamu besar dan pelantikan, kalungan bunga, Maskot, meja pujaan dan patung Panata, Meminta hujan, telur ayam, Angka sial dan angka keramat, Ritus kematian
  56. Neraka dan Surgadi dunia bawah
  57. Inkarnasi
  58. Hukum agama
C. Aliran agama Yunani dan Romawi
  1. Theisme, Individualisme, Mysterius, Aliran pengharap
  2. Masa Filsafat: Thales, Anaximander, Anaximenes, Xenophanes, Parmenides, Heraclitus, Phitagoras (Theosophi – Tasawuf), Sokrates, Plato, Aristoteles, Platinus
  3. Sisa-sisa 
D. Agama Kultur Jerman
  1. Dongeng dewa-dewa
  2. Penguburan Mayat
E. Agama Sakanidinavia
  1. Ketuhanan: Trinitas
  2. Madah pujaan
  3. Sisa-sisa
Masa Yahudi dan Nasrani
A. Masa-masa Akhir Agama Kultur Eropa
  1. Pemujaan Dewa Angin
  2. Pemujaan Ular
  3. Pemujaan Dewa Tahun
  4. Pesta Olympiade: Dongeng Putri Hippodamia, Dongeng Heracles
  5. Masa Pembauran
  6. Hosti
  7. Bintang Kehidupan
  8. Musik kuil
  9. Lambang-lambang
  10. Kisah Iskandan Macedonia: Dalam Naskah Persia, Dalam Al-Qur’an, Ya’juj dan Ma’juj dalam Perjanjian Lama
  11. Adakah {engaruh Agama Kultur Yunani di India?
  12. Sisa-sisa: Tentang Valentine’s Day
  13. Di antara Sisa-sisa masa pembahauran
  14. Pandangan Islam
B. Sisa-sisa Agama Kultur pada Agama Bangsa Yahudi
  1. Asal mula bangsa Yahudi
  2. Nabi Musa ‘alayhissalam
  3. Kerajaan Bani Isroil di Palestina
  4. Perkembangan Taurat
  5. Pengaruh ajaran Khaldan dalam Taurat
  6. Nabi Harun ‘alayhissalam membuat patung sapi untuk disembah, Ruh Allah melayang-layang, Dongeng Adam ‘alayhissalam, Dongeng Ibrahim ‘alayhissalam menjamu Tuhan
  7. Dongeng Nabi Dawud ‘alayhissalam berzina dengan Batsyeba istri Uria, Rayuan Dalam Syirul Asyar Nabi Sulaiman ‘alayhissalam, Dongeng Nabi Sulaiman ‘alayhissalam menyembah berhala
  8. Zabur (Mazmur)
  9. Tingkat Perubahan Agama Bani Isroil
  10. Peribadatan
  11. Berkiblat ke Yerusalem
  12. Bersujud dalam Ibadat
  13. Nafiri penyeru para Peribadatan
  14. Shaum (puasa)
  15. Zakat
  16. Qurban
  17. Paskah
  18. Pantekosta
  19. Khitan
  20. Perkawinan
  21. Hari Suci
  22. Pembunuhan
  23. Qishash berlaku dalam Taurat
  24. Merusak
  25. Binatang Haram
  26. Syirik
  27. Riba
  28. Cara Berpakaian
  29. Masa kedua dari tahun 576 SM sampai 536 SM
  30. Msa ketiga dari 536 SM sampai 70 M
  31. Sholat
  32. Bersumpah
  33. Perpecahan suku Yahudi: Golongan Sadusi, Golongan Farisi, Golongan Aseni, Tafsiran Taurat dengan filsafat Yunani, Robbaniyyin, Quraiin, Samurah, Syalhah
  34. Hari Raya Yahudi
  35. Sikap Yahudi terhadap Nabi ‘Isa ‘alayhissalam
  36. Injil
  37. Tentang Bintang Kehidupan
  38. Titik persamaan dengan dongeng Krishna
  39. Titik persamaan dengan dongeng Buddha
  40. Titik persamaan dengan Baghawadgita
  41. Perpecahan
  42. Firqoh-firqoh pertama
  43. Aliran Justinos Martyr (90 – 165 M)
  44. Aliran Basilides (120 – 165 M)
  45. Aliran Markion
  46. Aliran Tertullianus
  47. Aliran Ireneus
  48. Aliran Clemens dari Iskandariyah
  49. Aliran Origenes dari Iskandariyah
  50. Aliran Arius
  51. Aliran Athanasius
  52. Aliran Gregorius Nyssa (354 – 394 M)
  53. Aliran Nasturiyah
  54. Aliran Kerajaan Malkani
  55. Kesimpulan
C. Nashrani dari Agama Isroil menjadi Agama Eropa
  1. Muktamar-muktamar Nashrani
  2. Gereja Ortodoks Yunani
  3. Gereja Katolik Romawi
  4. Anglikan
  5. Protestan
  6. Mormon
  7. Syariat Nashrani
  8. Genta (Canang, Lonceng)
  9. Aksamala (Rosario, Tasbeh)
  10. Kebaktian
  11. Berpuasa
  12. Bertaubat
  13. Hari Raya
  14. Paskah
  15. Pantekosta
  16. Natal 25 Desember
  17. Dongeng Natal dan Penampakan Maria
  18. Ulang Tahun
  19. Hari Minggu
  20. Perkawinan
  21. Kematian
  22. Neraka dan Surga
D. Mesiah dalam ajaran Yahudi dan Nashrani
  1. Dalam Taurat
  2. Dalam Injil
  3. Anggapan orang Yahudi terhadap Nabi Muhammad shalallohu’alayhi wa salam
  4. Anggapan orang Nashrani terhadap Nabi Muhammad shalallohu’alayhi wa salam
E. Pandangan Islam
Pengaruh Agama Yahudi dan Nasrani terhadap orang-orang Islam yang tidak berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah
A. Di Antara Pengaruh Ajaran Yahudi
  1. Membangun Kuburan
  2. Menjual Barang Haram
  3. Dongeng Isroiliyat : Dongeng Harut dan Marut, Dongeng Bumi, Dongeng Nabi-nabi
  4.  Bersumpah dengan menjunjung al Qur’an
  5. Mengadakan Ulang Tahun untuk Peristiwa-peristiwa yang dianggap Penting
  6. Berkudung dengan selembar kain (perkawinan)
  7. Memakai cemara atau Wig sambungan rambut
  8. Berpakaian hitam-hitam dalam keadaan ditimpa musibah
  9. Berdo’a sambil mengucapkan “Yaa Alloh Yaa Rosululloh kabulkanlah do’aku ini.”
  10. Mengamalkan Bid’ah-bid’ah
  11. Menafsirkan al Qur’an dengan Ra’yu (pikiran) seperti cara Yahudi menafsirkan Taurat
  12. Berpantang pada Hari Sabtu
  13. Mengamalkan dan mempercayai Hadits Palsu buatan Yahudi
  14. Mengharamkan dan menghalalkan sesuatu bukan dengan Dalil tetapi dengan fikiran
  15. Istilah Nabi Besar
  16. Benar menurut anggapan orang banyak, bukan benar menurut al Qur’an dan As Sunnah
  17. Sambutan sehabis Khutbah Iedul Fithri dan Iedul Adha
  18. Upacara Tabut
  19. Menikahkan perempuan Hamil
  20. Membiarkan penyimpangan-penyimpangan dalam Agama Demi Menjaga Keutuhan dan kesatuan Bangsa
  21. Mencampur Baurkan Ajaran Agama dengan Adat Istiadat dan Kepercayaan Jahiliyah
  22. Mendewa-dewakan ‘Alim ‘Ulama
  23. Berdiri menghormati Roh seseorang
  24. Mengikuti Upacara Agama lain
  25. Menghalalkan Riba
  26. Pergaulan Bebas
  27. Melarang menterjemahkan Kitab Suci
  28. Menggunakan beberapa lambang Yahudi
  29. Cerita tentang Mahdi : Menurut Sabaiyah, Kisaniyah, Zaidiyah, Ismailiyah, Itsna Asyariyah
  30. Meniup Terompet (Nafiri)
  31. Dalam pesta, laki-laki berpakaian perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki
  32. Ketika orang Yahudi mendengar adzan di masjid, mereka melirik pada kawannya lalu mengusap mata dengan dua jarinya
  33. Mempersukar dalam peribadatan, memperbanyak binatang-binatang yang diharamkan, memperbanyak pembatalan seperti ketika shaum (puasa), dsb
  34. Menerima, mengamalkan dan mempercayai faham Masuniyah (Freemasonry), apalagi  jika menjadi anggota gerakan Freemasonry Yahudi. Mereka itu masuk karena ketidaktahuan mengingat gerakan-gerakan Freemasonry biasanya bermuka gerakan sosial kemanusiaan, tetapi dibalik itu tersirat sebagai gerakan “Anti Islam”.
B. Di Antara Pengaruh Ajaran Nashrani
  1. Upacara Ulang Tahun (Kelahiran atau perkawinan)
  2. Memberi salam sambil membungkuk
  3. Membuang hukum yang berat lalu digantinya dengan hukum yang ringan
  4. Menghalalkan khomr dan babi
  5. Mematungkan Seseorang yang dihormati
  6. Meninggalkan Nikah
  7. Menjadikan lonceng sebagai tanda upacara
  8. Bunga Kematian
  9. Memakai Lambang Salib
  10. Membuat gambar dan patung Nabi-nabi
  11. Menghiasi Masjid serupa dengan cara menghias gereja
  12. Menjadikan hari Ahad sebagai hari Raya
  13. Mengkasta-kastakan ‘Ulama
  14. Mengambil salam Nashrani Eropa
  15. Meniru dan mengikuti pesta-pesta hari Raya Nashrani
  16. Bernyanyi-nyanyi di masjid atau bernyanyi-nyanyi meniru cara Nashrani dengan diiringi musik serupa musik gereja
  17. Dongeng-dongeng Nashrani
  18. Berburuk sangka terhadap Islam
  19.  Sekulerisme
  20. Berfikir, bertindak dan bertingkah laku serupa Nashrani
Kepercayaan yang bercampur-baur
A. Syi’riyah
  1. Ajaran
  2. Sisa-sisa
B. Agama Bardaishan (Dishaniyah)
C. Kharramiyah
D. Nazariyah
E. Agama Penyembah Malaikat
  1. Ajaran
  2. Perwujudan Malaikat, Jin dan Hantu
  3. Minum Darah
  4. Upacara Kematian
  5. Gerhana Bulan
  6. Gerhana Matahari
  7. Gempa Bumi
  8. Akhir Agama Penyembah Malaikat
  9. Sisa-sisa
F. Bathiniyah
  1. Ajaran
  2. Tujuh Pembuka Pintu
  3. Contoh Ajaran Bathiniyah
  4. Pandangan Islam
E. Khurofat dan Tahayul
  1. Pendahuluan
  2. Contoh Khurofat
  3. Contoh Tahayul
  4. Kesimpulan
F. Sisa-sisa Agama Yang
G. Sisa-sisa Hindu dan Buddha
H. Sisa-sisa Dari Agama Persia
I. Sisa-sisa Dati Agama Kultur Hamiyah-Samiyah
J. Sisa-sisa Agama Kultur Eropa dan Asia Keci